<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Qalbun Salim</title>
	<atom:link href="http://kartino.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kartino.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Takwa , Bijaksana , Menjadi Mukmin Seutuhnya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2009 17:56:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kartino.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3103d604d6bc54ecb36199ad8accf97e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Qalbun Salim</title>
		<link>http://kartino.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kewajiban dan Hak Suami &#8211; Istri dalam Pernikahan</title>
		<link>http://kartino.wordpress.com/2009/07/11/kewajiban-dan-hak-suami-istri-dalam-pernikahan/</link>
		<comments>http://kartino.wordpress.com/2009/07/11/kewajiban-dan-hak-suami-istri-dalam-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 17:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kartino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan & Keluarga Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kartino.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh&#8230;Saudaraku seiman mikmin dan mukminat yang semoga Rahmat Allah atas kalian semua&#8230;
Mengambil dari pengalaman oribadi,referensi buku,Kajian ilmiah yang pernah saya ikuti serta sumber lainnya dari internet.Dalam runutan materi ini dimulai dari Khutbah pada shalat Jum&#8217;at.Spesifik yag dibahas pad awaktu itu tentang keluarga dan pernikahan.
Sang Imam membacakan Hadist dan ayat Al-Quran, dan selain itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=238&subd=kartino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh&#8230;Saudaraku seiman mikmin dan mukminat yang semoga Rahmat Allah atas kalian semua&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Mengambil dari pengalaman oribadi,referensi buku,Kajian ilmiah yang pernah saya ikuti serta sumber lainnya dari internet.Dalam runutan materi ini dimulai dari Khutbah pada shalat Jum&#8217;at.Spesifik yag dibahas pad awaktu itu tentang keluarga dan pernikahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Imam membacakan Hadist dan ayat Al-Quran, dan selain itu, hal yang berkaitan dengan meninggalnya Khalifah Utsman Bin Affan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hadist pertama, Nabi Muhammad SAW bersabda: <em>“Seorang perempuan dipertimbangkan untuk dinikahi karena empat hal: kekayaannya, pengaruhnya, kecantikannya atau agamanya. Utamakanlah perempuan dengan agamanya, karena jika tidak engkau tidak akan memperoleh apa-apa kecuali debu.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hadist kedua, Nabi Muhammad SAW bersabda: <em>“Muslim yang paling sempurna imannya adalah yang perilakunya paling baik, dan yang terbaik diantara kalian adalah yang perilakunya paling baik pada istri-istrinya.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hadist ketiga, Nabi Muhammad SAW bersabda: <em>“Dalam Iman, muslim yang paling taat adalah yang berperilaku paling baik, dan yang terbaik diantara kalian adalah yang berperilaku paling baik pada istri-istrinya.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hadist keempat, <em>“Siti Aisyah ditanya, ‘Apa yang Nabi Muhammad kerjakan di rumah?” Aisyah menjawab, ‘Nabi membantu anggota keluarga, dan apabila waktu sholat tiba, Nabi bergegas menunaikan sholat.’”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-238"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hadist kelima, Nabi Muhammad SAW bersabda: <em>“Beberapa diantara kalian memukul istri kalian seperti seorang budak, dan tidur bersama mereka di akhir hari!”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ayat pertama Al-Quran yang dibaca adalah: <em>&#8220;Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat lalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur&#8217;an) dan Al Hikmah (As Sunah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em><strong> (QS. Al-Baqarah: 231)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hadist keenam, Nabi Muhammad SAW bersabda: <em>“Suami yang beriman tidak boleh membenci istrinya yang beriman. Jika ada sesuatu yang tidak disukai dari sang istri, maka sang suami seharusnya mencari sesuatu yang disukai darinya.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hadist ketujuh, Nabi Muhammad SAW bersabda: <em>“Istri selalu diperlakukan dengan baik oleh laki-laki yang luhur dan dipermalukan oleh laki-laki yang keji.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ayat Al-Quran kedua berbunyi: <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.&#8221;</em><strong> (QS. An-Nisa: 19)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berikutnya, Imam melarang merendahkan (melukai dengan kata-kata) perempuan dan keluarga pihak perempuan. Imam juga menasehati suami untuk tidak cemburu dan curiga. Beliau menambahkan bahwa sifat cemburu dan curiga adalah sifat yang lemah. Walau begitu, sang suami mesti menyayangi dan melindungi istri dan perempuan dalam keluarganya. Artinya, suami mesti waspada untuk tidak membiarkan perempuannya berperilaku di luar batas moral Islam. Contohnya, saat ini banyak muslimah yang mengenakan baju terbuka dan riasan berlebihan, baik di pasar maupun di pantai. Pakaian yang terbuka itu tidak membuat suami sadar, sampai ada laki-laki yang mengganggunya dan terlambat untuk dicegah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Imam membacakan ayat Al Quran berikut ini: <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221;</em><strong> (QS. At-Tahrim: 6)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berikutnya Imam membacakan peringatan dari hadist kedelepan berikut ini, dimana Nabi Muhammad SAW bersabda: <em>“Tiga macam orang yang tidak masuk Surga. Laki-laki yang membiarkan dan/atau mencari untung dengan merendahkan istri mereka, laki-laki yang berlaku seperti perempuan, dan perempuan yang berlaku seperti laki-laki.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Imam menceritakan cerita pendek dalam menyayangi dan melindungi istri. Pada saat kejadian pembunuhan Khalifah ketiga Utsman bin Affan, istri beliau Na’il – sesuai dengan tradisi Arab dalam mengusir orang asing mengganggu privasi rumah tangga – menyingkap rambutnya untuk membuat orang asing yang hadir terganggu. Melihat hal itu, Khalifah meminta Na’il untuk menutup rambutnya dengan berkata “melihat kematian lebih mudah bagi beliau daripada melihat rambut istri beliau (tersingkap di depan orang banyak) dan kesuciannya ternodai.” Mendengar ucapan beliau, Na’il segera menutup rambutnya dan menemani suaminya sampai mangkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam memberikan nasehat mengenai pukulan pada istri, dan mengingatkan larangan memukul istri di kepala, menyebabkan dia sampai berdarah dan bahkan mematahkan tulang. Pukulan itu hanya sebagai pengingat (sebagai kritik) bukan melukai, dan hanya dilakukan jika sesuai dengan sifat istri tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayat Al Quran ketiga yang dibacakan adalah: <em>“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”</em><strong> (QS. An-Nisa: 34)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ayat Al-Qur’an: </strong><em>Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.</em><strong> (QS. An Nisa: 34)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 1:</strong> Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:<em> “Tidak ada yang lebih baik di dunia ini bagi seorang muslim setelah menyembah Allah, selain mendapatkan istri yang shaleh, cantik apabila dipandang, patuh apabila diperintah, memenuhi sumpah pernikahan, menjaga dirinya dan kekayaan suami di saat suami pergi, mengasuh anak-anaknya, tidak membiarkan orang lain masuk ke rumah tanpa ijin suami, dan tidak menolak apabila suami memanggil ke tempat tidur.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 2:</strong> Seorang perempuan datang memohon nasehat pada Nabi Muhammad SAW. Nabi menanyakan apakah dia memiliki suami, dan perempuan itu mengiyakan. Kemudian Nabi menanyakan apakah dia melayani suaminya. Perempuan itu menjawab dia melakukan apa yang bisa dia lakukan. Kemudian Nabi berkata pada perempuan tersebut:<em> “Engkau sama dekatnya dengan Surga dan sama jauhnya dari Neraka sebagaimana dekatnya engkau dalam melayani suamimu”</em>, dan dalam riwayat lain <em>“suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu”.</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 3:</strong> Ummu Salamah ra. (Istri Nabi) meriwayatkan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:<em> “Seorang perempuan, yang ditinggal mati suami dan sang suami tersebut senang padanya, akan masuk Surga”.</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 4:</strong> Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:<em> “Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk menyembah yang lain, aku akan memerintahkan istri untuk menyembah suaminya.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 5:</strong> Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:<em> “Seorang perempuan tidak patuh pada suaminya dan dia tidak akan mampu tanpa suaminya”.</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 6:</strong> Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:<em> “Seorang perempuan yang menegakkan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, dan mematuhi suaminya akan memasuki Surga melalui pintu mana saja dia suka”.</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 7:</strong> Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:<em> “Demi Dia yang berkuasa pada hidupku, ketika sang suami memanggil istrinya ke tempat tidur dan dia menolaknya, Dia yang di Surga akan murka padanya sampai suaminya senang akan dirinya.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 8:</strong> Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:<em> “Ketika seorang perempuan melalui malam dengan meninggalkan suami di tempat tidur, para malaikat akan mengutuknya sampai pagi hari.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 9:</strong> Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:<em> “Yang terbaik diantara para perempuan adalah yang mengasihi, mengasuh anak, supportif dan patuh, dan yang terburuk diantara perempuan adalah yang suka mengenakan perhiasan dan egois, dan masuk surganya tidak lebih mungkin dari seekor gagak putih”.</em> (HR. Bukhari dan Muslim). Gagak berwarna putih, tidak seperti yang berwarna hitam, sekalipun ada tapi sangat jarang muncul di alam; sama jarangnya dengan kemungkinan perempuan sombong yang suka mengenakan perhiasan untuk bisa masuk surga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadist 10:</strong> Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: <em>“Pilihlah keturunanmu.”</em> Artinya, orang tua perlu memerhatikan kriteria moral dalam memilih calon istri atau suami untuk anak laki-laki dan perempuannya, dengan memeriksa orang tua dari pasangan anak mereka nanti. Jika orang tuanya alim, tentunya anaknya juga demikian, dan demikian pula sebaliknya. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak Suami sebagai Kewajiban Istri</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 1:</strong> Istri yang sholeh adalah yang taat pada perintah Allah, yang menunjukkan perempuan tersebut selalu ingat pada Tuhannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 2:</strong> Istri yang ceria itu enak dipandang, karena dia bisa merawat diri dan menjaga perbuatannya. Perempuan yang berhias di dalam rumah itu membahagiakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 3:</strong> Istri sepatutnya selalu taat pada suami, sepanjang tidak melawan kesukaan Allah. Hal ini menunjukkan karakternya yang tulus, yang berlawanan dengan kesombongan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 4:</strong> Istri yang membantu suami dalam memenuhi janji pernikahannya, sepanjang tidak bertentangan dengan kesukaan Allah. Ini menunjukkan loyalitas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 5:</strong> Istri mesti menjaga kesuciannya, dengan melindungi kehormatan suaminya. Ini menunjukkan bahwa sang istri layak dipercaya. Ini adalah sangat penting dalam pernikahan, dan bisa berakibat menguatnya atau runtuhnya pernikahan. Ini akan mempengaruhi kedamaian hati suami dan akan sangat menggangu keberhasilannya baik di dalam maupun di luar rumah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 6:</strong> Istri menjaga kekayaan dan harta milik suami, dengan secara bijak mengolah apa yang dipercayakan padanya. Ini menunjukkan sang istri cerdas dan handal, karena istri menunjukkan kebolehannya dalam urusan suami. Ini adalah karakter luar biasa, yang sangat dibutuhkan suami yang ingin terus meningkatkan posisi keluarga di masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 7:</strong> Istri mengasuh anak-anak suaminya seperti yang diinginkan sang suami. Hal ini menunjukkan sang istri sangat mengasihi dan menyayangi, dan anak-anaknya menjadi prioritas utama.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 8:</strong> Istri yang di saat ditinggal suaminya menolak orang lain masuk rumah tanpa ijin sang suami. Keluarga istri selalu diijinkan, kecuali yang dilarang oleh sang suami. Juga, di saat suami pergi, sang istri bisa menerima saudara laki-laki suami masuk rumah; namun dia hanya boleh masuk sampai ruangan khusus, seperti ruang tamu, dan saudara ipar tersebut tidak boleh berduaan dengan sang istri. Contoh lainnya, sang istri tidak semestinya meninggalkan rumah suami tanpa ijin. Sekalipun perempuan diperbolehkan untuk datang ke Masjid, namun mereka harus mendapatkan ijin dari suami sebelum berangkat ke Masjid atau hendak beribadah puasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 9:</strong> Istri yang tidak menolak saat dipanggil suami ke tempat tidur. Pekerjaan istri di rumah memang berat, namun begitu juga godaan yang dihadapi suami di luar rumah di setiap harinya. Jadi, seorang istri yang bijak akan mengerti bagaimana caranya untuk melegakan sang suami, dengan diantaranya memenuhi hasrat suami.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hak suami dan kewajiban istri 10:</strong> Istri berlaku ramah pada orang tua suami. Artinya, sang istri menunjukkan keramahan pada orang tuanya, sebagaimana menantu yang baik berperilaku, dengan setia melayani mereka. Perbuatan semacam ini memperkuat ikatan suami istri, karena hal ini menunjukkan penghormatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Imam kemudian menutup khutbah dengan menekankan dua nilai penting bagi suami, yang ingin memiliki keturunan yang baik dan ingin memberikan anak mereka pasangan hidup yang baik. Yang pertama adalah untuk orang tua – terutama sang bapak – yang meninginkan anak-anak yang patuh, mesti menjaga perilakunya, atau anak-anaknya akan tumbuh menjadi tidak patuh. Orang tua tidak bisa memberikan pada mereka apa yang mereka tidak punyai. Yang kedua adalah pada sahabat Rasulullah, di saat mereka membawa calon pengantin perempuan pada suaminya, menasehati mereka untuk melayani suami, dan berbuat baik pada orang tuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Segala kesalahan dalam penyampaian ini dari saya sepenuhnya. Semoga Allah mengampuni segala dosa kita dan menerima amal shalih kita, amin.</p>
Posted in Pernikahan &amp; Keluarga Muslim  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kartino.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kartino.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kartino.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kartino.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kartino.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kartino.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kartino.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kartino.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kartino.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kartino.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=238&subd=kartino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kartino.wordpress.com/2009/07/11/kewajiban-dan-hak-suami-istri-dalam-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/210cf67631035e677577b43d27f63f49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kartino</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Seorang Wanita Mau Menikah????</title>
		<link>http://kartino.wordpress.com/2009/07/11/kenapa-seorang-wanita-mau-menikah/</link>
		<comments>http://kartino.wordpress.com/2009/07/11/kenapa-seorang-wanita-mau-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 17:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kartino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan & Keluarga Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kartino.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Berbagi sedikit tentang keluarga,dibawah ini pembahasan ditekankan pada kewajiban seorang pria, namun, sebenarnya dalam Islam pria dan wanita mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan proporsi tertentu sesuai fitrah kelaminnya. maka kalau pria harus menghormati akad nikah yang dia ucapkan, maka wanita juga harus menghormati keputusannya sendiri untuk menerima seorang laki2 yang sudah bersedia membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=231&subd=kartino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Berbagi sedikit tentang keluarga,dibawah ini pembahasan ditekankan pada kewajiban seorang pria, namun, sebenarnya dalam Islam pria dan wanita mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan proporsi tertentu sesuai fitrah kelaminnya. maka kalau pria harus menghormati akad nikah yang dia ucapkan, maka wanita juga harus menghormati keputusannya sendiri untuk menerima seorang laki2 yang sudah bersedia membuat <span style="color:#99cc00;">mitsaq ghalizh </span>dengannya.</p>
<h5 style="text-align:justify;">Akad Nikah</h5>
<p style="text-align:justify;">Allah ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain,sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antaramereka hartayang banyak, makajanganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri? Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. &#8221; (an-Nisa&#8217;: 20,21)</p>
<p style="text-align:justify;">Tercantum dalam Tatsir ath-Thabari, &#8230;Dari Qatadah mengenai firman Allah, &#8220;Dan mereka telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat&#8221;, katanya, &#8220;Perjanjian yang kuat yang diambilkan Allah untuk para wanita, rujuk kembali dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik, dan hal itu (perjanjian yang kuat) terdapat di dalam akad kaum Mushmin pada waktu akad nikah, ‘Demi Allah, kamu harus benar-benar menahannya dengan cara yang makruf dan menceraikan (kalau menceraikan ) dengan cara yang baik.’…. Dan dari Mujahid, &#8220;Dan mereka telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat&#8221;, dia berkata, “Yaitu kalimat nikah untuk menghalalkan kemaluan mereka. ..”<span id="more-231"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan dari Mujahid dan Ikrimah, ”Dan mereka telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat”, mereka berkata, &#8220;Kamu mengambil mereka dengan amanat Allah, dan kamu halalkan kemaluan mereka dengan kalimah Allah…” Abu Ja’far (ath-Thabari) berkata, &#8220;Pendapat yang paling mendekati takwilnya itu ialah pendapat orang yang mengatakan, &#8216;Perjanjian yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah perjanjian yang diterima oleh wanita dari suaminya pada waktu akad nikah, yaitu janji untuk menahannya dengan cara yang makruf atau menceraikannya dengan cara yang baik, yang diikrarkan oleh si laki-laki, karena dengan begitu Allah Yang Mahamulia telah berwasiat kepada kaum laki-laki mengenai istri-istri mereka.”</p>
<p style="text-align:justify;">Disebutkan dalam Tafsir al-Manar, &#8220;Perjanjian yang diambil wanitadari laki-laki ini harus sesuai dengan makna ifdha’ (bergaul/bercampur), sebagai fitrah yang sehat, yaitu yang diisyaratkan oleh ayat yang mulia, &#8216;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah<br />
Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.&#8217;</p>
<p style="text-align:justify;">Maka ayat ini adalah salah satu dari ayat-ayat fitrah Ilahiyah, yang merupakan sesuatu yang paling kuat untuk disandari wanita dalam meninggalkan kedua orang tuanya, saudara-saudaranya, dan semua keluarganya, dan merasa rela menjalin hubungan dengan laki-laki asing (bukan keluarga) untuk berbagi suka dan duka. Maka di antara ayat-ayat (tanda -tanda kekuasaan) Allah pada manusia ini ialah maunya wanita berpisah dari keluarganya yang begitu besar perhatiannya kepadanya, untuk mengikat hubungan dengan orang lain, mcnjadi istri baginya dan si laki-laki menjadi suaminya, untuk saling memberi ketenangan dan ketenteraman, dan menjalin cinta dan kasih sayang antara keduanya yang melebihi kasih sayang di antara sesama kerabat.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka (dengan ayat-Nya ini) seakan-akan Allah berfirman, &#8216;Sesungguhnya wanita itu tidak akan mau berumah tangga dan rela mening­galkan semua penolong dan orang-orang yang dicintainya, untuk hidup bersama suaminya, kccuali karena dia percaya bahwa hubungannya dengan suaminya lebih kuat dari hubungan manapun, dan hidup bersamanya lebih menenangkan hati daripada kehidupan manapun. Ini adalah perjanjian fitri yang lebih kuat dan lebih kokoh dari perjanjian manapun. Dan yang mengerti makna ini hanyalah manusia yang memiliki rasa kemanusiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka siapa saja yang merenungkan keadaan yang ditimbulkan oleh Allah Ta&#8217;ala, di antara seorang laki-laki dengan istrinya, maka dia akan mengerti bahwa wanita itu lebih lemah daripada laki-laki, dan ia mau menerima laki-laki (suami) dan menyerahkan dirinya kepadanya, padahal ia tahu bahwa suami dapat saja menghancurkan hak-haknya. Maka apakah yang dijadikan sandaran wanita untuk menerima (suami) dan menyerahkan diri kepadanya ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Jaminan apakah yang diperolehnya atasnya dan perjanjian macam apa yang dipercayainya itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah yang ada dalam benak wanita kalau ditanyakan kepadanya, ‘Anda akan menjadi istri si Fulan?’ Pertama yang terasa dalam hatinya ketika mendengarkan pertanyaan semacam ini, atau ketika memikirkarnya walaupun tidak ditanya, ialah bahwa dia akan berada di sisi suami dalam keadaan yang lebih utama daripada keadaannya di sisi ayah ibunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan yang demikian itu tidak lain karena adanya sesuatu yang telah berada di dalam fitrahnya di belakang syahwat, yaitu aqlun Ilahiyyun (pikiran ketuhanan) dan perasaan fitri yang telah meletakkan di dalam diri wanita itu kecenderungan untuk menjalin hubungan khusus yang tidak pernah diperjanjikan sebelumnya, suatu kepercayaan khusus yang tidak dijumpainya pada seorang pun dari keluarga, dan kecintaan dan kerinduan khusus yang tidak dia dapatkan tempatnya selain pada suami.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka semua itulah mitsaq ghalizh (perjanjian yang kuat) yang diambil wanita dari laki-laki (suami) sesuai dengan kehendak aturan fitrah, yang dikuatkan dengannya sesuatu yang tidak dapat dikuatkan dengan kata-kata yang disertai janji dan sumpah, dan dengan itu pula si wanita yakin dan percaya bahwa dengan perkawinan itu dia akan menghadapi kebahagiaan yang di belakangnya sudah tidak ada kebahagiaan lagi (yakni tidak ada yang melebihinya) di dalam kehidupan ini, meskipun dia belum melihat siapa gerangan yang akan dia relakan menjadi suaminya dan belum pernah dia dengar perkataannya. Inilah yang telah diajarkan oleh Allah dan diperingatkan- Nya kepada kita &#8211;yaitu sudah ditanamkan di dalam jiwa kita yang paling dalam&#8211; dengan (kandungan) flrman-Nya, &#8216;Sesungguhnya dengan perkawinan ini wanita telah mengambil perjanjian yang sangat kuat dari laki-laki. Maka tidak ada harganya orang yang tidak memenuhi perjanjian ini. Dan apakah kedudukan orang semacam ini dilihat dari segi insaniyah (kemanusiaan)?’”</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya perkawinan itu membentuk organisasi kecil, yaitu keluarga yang merupakan benih masyarakat, yang jika benih itu baik maka masyarakat akan mantap dan kuat. Dan organisasi kecil ini diorganisir oleh akad yang disifati oleh Allah Ta’ala dengan firman-Nya, &#8220;Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat&#8221;, dan oleh Rasulullah saw. disifati dengan sabda beliau,“Takutlah kamu sekalian kepada Allah mengenai wanita (istri), karena kamu telah mengambil mereka dengan amanat Allah. &#8221; (HR Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan, akad ini diatur dan ditentukan syarat-syaratnya dan segala yang berkaitan dengannya oleh syariat yang kokoh dan bijak. Kemudian, di antara hal yang menunjukkan pentingnya dan mulianya akad ini ialah bahwa kedudukannya sama saja, baik pada permulaannya, ketika mengakhirinya, maupun pada waktu melakukannya secara sia-sia. kedudukannya hanya satu saja dan tidak main-main. Hal itu demikian jelas berdasarkan dua buah hadits berikut ini:</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Fudhalah bin Ubaid bahwa Nabi saw. bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tiga hal yang tidak boleh bermain-mainpadanya, yaitu: talak,nikah, dan memerdekakan budak. &#8221; (HR ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tiga hal yang apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh maka bergurau pun dinilai sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh, yaitu: nikah, talak, dan ruju&#8217;. &#8221; (HR Abu Daud)</p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah kami bawakan perkataan Ibnul Qayyim yangmenunjukkah betapa agungnya akad nikah, ia berkata, &#8220;Tujuan ihdad (berkabung) atas suami yang meninggal dunia. Itu ialah untuk mengagungkan akad ini dan untuk menunjukkan pentingnya dan mulianya akad itu, dan bahwa ia di sisi Allah memiliki kedudukan tersendiri. Maka iddah dijadikan haram baginya (untuk kawin dengan orang lain), dan ihdad dimaksudkan untuk menyempurnakan tujuan ini dan untuk mengukuhkannya, dan menambah perhatian terhadapnya, sehingga si istri dijadikan sebagai orang yang lebih utama melakukap ihdad terhadap suaminya, daripada ayahnya, anaknya, saudaranya, dan semua kerabatnya. Dan inilah di antara pengagungan dan pemuliaan terhadap akad ini, serta untuk menegaskan perbedaan antara dia (akad nikah) dengan zina dilihat dari seluruh segi hukumnya. Oleh karena itu, dalam memulai akad ini disyariatkan untuk mengumumkannya, mempersaksikannya, dan memukul rebana, untuk menampakkan perbedaannya dengan per­zinaan. Dan di dalam mengakhirinya disyariatkan iddah dan ihdad yang tidak disyariatkan untuk selainnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">sumber: Kebebasan Wanita, jilid 5, Abdul Halim Abu Syuqqah, (GIP, Hlm 99-104)</p>
Posted in Pernikahan &amp; Keluarga Muslim  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kartino.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kartino.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kartino.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kartino.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kartino.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kartino.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kartino.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kartino.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kartino.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kartino.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=231&subd=kartino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kartino.wordpress.com/2009/07/11/kenapa-seorang-wanita-mau-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/210cf67631035e677577b43d27f63f49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kartino</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekal (persiapan) bagi akhwat membina keluarga.</title>
		<link>http://kartino.wordpress.com/2009/07/11/bekal-persiapan-bagi-akhwat-membina-keluarga/</link>
		<comments>http://kartino.wordpress.com/2009/07/11/bekal-persiapan-bagi-akhwat-membina-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 17:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kartino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kartino.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Postingan bagus,lengkap dan menyeluruh, terutama untuk ukhti2 yang bersiap ke pelaminan (biarpun belum mau/belum pengen, suatu hari, you’ll get there, prepare now is better than late, is’n it???).
 Untuk Saudariku di bumi Allah yang Semoga Rahmat Allah  atas kalian semua. . .
 SUPER WOMAN  . . . mungkin itulah yang tepat disematkan kepada para wanita sejati  impian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=229&subd=kartino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Postingan bagus,lengkap dan menyeluruh, terutama untuk ukhti2 yang bersiap ke pelaminan (biarpun belum mau/belum pengen, suatu hari, you’ll get there, prepare now is better than late, is’n it???).</p>
<p style="text-align:justify;"> <strong>Untuk Saudariku di bumi Allah yang Semoga Rahmat Allah  atas kalian semua. . .</strong></p>
<p style="text-align:justify;"> SUPER WOMAN  . . . mungkin itulah yang tepat disematkan kepada para wanita sejati  impian manusia. Wanita yang sukses dalam karier, dan pendidikan,  sekaligus melahirkan anak-anak brilian dalam lingkungan rumah tangga  yang serasi. Mereka dituntut mampu berkiprah dalam bidang sosial,  ekonomi, politik dan sebagainya. Namun tetap menyandang kewajiban rumah  tangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam sendiri memberikan begitu banyak peluang terhadap  pengembangan potensi wanita, karena sebagai manusia wanita mempunyai  banyak potensi yang sangat berguna. Potensi kecerdasan, kelembutan  sikap, sensitifitas rasa, manajemen yang baik, keteraturan, hingga  jumlah yang banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejarah telah membuktikan bahwasanya banyak  wanita yang telah mengubah sejarah dunia. Sebut saja Marie Curie dan  Margareth Teacher. Dalam Islam pun telah kita ketahui sepak terjang  Aisyah, Khansa, Ummu Sulaim, Fattimah Azzahra, Rabi&#8217;atul &#8216;Adawiyah  sampai ke Zainab Al Ghazali.<span id="more-229"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi bagaimana berbagai potensi  ini tidak mengubur fitrahnya sebagai ibu dari putra-putranya? Atau  istri bagi suaminya? Atau da&#8217;iyah bagi lingkungannya?</p>
<p style="text-align:justify;">Saat seorang  muslimah masih lajang maka permasalahan ini mungkin tidak terasakan.  Mereka masih bebas menentukan kehidupannya sendiri. Kuliah, kursus,  bekerja, hingga aktifitas da&#8217;wah hingga larut malam masih bebas  dijalani dengan mudah. Namun setelah menikah, dimana kewajiban dan  tantangan yang dilakoni bertambah, permasalahan ini akan lebih melekat.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk  itu perlu beberapa persiapan bagi seorang akhwat muslimah agar kelak  dapat menjadikan rumahnya seindah syurga. Syurga yang menyejukkan  selepas menerima panasnya aktifitas diluar. Syurga yang indah bagi  semua yang bernaung didalamnya</p>
<p style="text-align:justify;"> <strong>1. <span style="text-decoration:underline;">Manajemen Rumah</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang  akhwat muslimah layaklah memiliki kemampuan dasar rumah tangga. Kemampuan mengatur pernak-pernik rumah. Dari mulai menyalakan kompor,  memasak, mengatur interior rumah hingga inventori rumah tangga. Ini  adalah skill dasar yang harus dimiliki. Tidaklah dituntut untuk perfect  melakukan segalanya, tetapi minimal mengetahui dasar-dasarnya sehingga  rumah dapat nyaman dihuni, karena kebutuhan akan kenyamanan rumah  menjadi suatu kebutuhan yang mutlak bagi setiap anggota keluarga.  Seorang suami yang lelah sepulang kerja tentu akan bertambah stress  apabila mendapati kondisi rumah yang berantakan, lantai yang belum  dipel, hidangan yang belum tersedia serta cucian yang menumpuk belum  dicuci. Sedikit percikan saja suami akan uring-uringan dan keluarga  yang sakinah mawaddah warahmah hanya tinggal slogan belaka.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk  itu walaupun tidak mutlak semua pekerjaan rumah dilakukan oleh istri,  tetaplah hal ini diperhatikan. Soal siapa yang akan mengerjakan ini dan  mengerjakan itu bisa dikompromikan dengan seluruh keluarga, namun  manajemen rumah tetap ditangan ibu rumah tangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itulah  tarbiyah akhwat selayaknya menyentuh permasalahan ini, karena tidak semua keluarga muslim mampu untuk mempekerjakan khadimat, sehingga  terkadang semua pekerjaan harus dikerjakan sendiri. Bila skill ini  tidak dilatih sejak dini, maka akan menyulitkan akhwat dalam perjalanan  rumah tangga mereka kelak</p>
<p style="text-align:justify;"> <strong>2. <span style="text-decoration:underline;">Manajemen Keuangan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam  banyak rumah tangga seorang istri berperan sebagai Menteri Keuangan.  Seorang suami akan menyerahkan semua nafkahnya—sedikit apapun  jumlahnya—kepada istri. Ini merupakan kewajiban suami walaupun sang  istri juga bekerja dengan pendapatan yang lebih besar. Untuk itu  pengaturan keuangan keluarga menjadi tanggung jawab istri, sehingga  penting bagi setiap akhwat untuk memiliki kemampuan dasar pengaturan  keuangan keluarga. Mudah saja, berapa disisihkan untuk ini, itu dan  sisanya—bila ada—ditabung untuk masa depan. Hindari berhutang, walaupun  hal ini tidak dilarang, tetapi bisa mengundang fitnah apalagi apabila  tidak bisa melunasinya tepat waktu.</p>
<p style="text-align:justify;"> Namun kunci utama dalam  manajemen keuangan bukanlah terletak pada skill atau ketepatan prediksi  pengeluaran, akan tetapi yang dibutuhkan adalah kedewasaan dalam  menerima nafkah dari suami baik nafkah besar ataupun kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Dewasa  dalam menerima nafkah yang sedikit adalah kesabaran dalam menahan  keinginan dan impian. Akhwat adalah seorang wanita juga, yang tidak  banyak berbeda dengan wanita lainnya. Kecenderungan akan perhiasan dan  kemewahan dunia lekat pada jiwanya. Namun bagi keluarga muslim, sebisa  mungkin hal ini ditekan karena rumah tangga islami bukan bersandar keduniawian, tetapi lebih penting kepada berkah dan qona&#8217;ah atas harta  tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Miris mendengar beberapa kasus yang menimpa para ikhwan.  Pada saat mereka mencoba untuk menjalin bahtera rumah tangga dengan  seorang akhwat muslimah. Dengan proses yang bersih, jauh dari ikhtilat  jahiliyyah, namun kemudian ditolak mentah-mentah, baik dari pihak keluarga ( baik dari keluarga ikhwan maupun keluarga akhwat ) maupun  dari akhwat itu sendiri. Hanya karena pendapatan bulanan mereka yang  tidak memenuhi kriteria, walaupun seorang wanita juga memiliki  kebebasan untuk memilih jodohnya, namun janganlah hanya karena harta  dunia cita-cita menjalin rumah tangga Islami terkandaskan.  Teringat  dengan sabda Rasulullah SAW: &#8220;Bila datang seorang laki-laki yang engkau  ridhoi agamanya, untuk meminang putrimu maka terimalah&#8221; disini  Rasulullah SAW hanya menyebut kriteria agama, bukan harta atau  pangkatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> 3.</strong> <strong><span style="text-decoration:underline;">Kedewasaan Mental</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menikah adalah  satu langkah menuju tegaknya Khilafah Islamiyah, maka persiapan mental didalamnya laksana persiapan membangun khilafah itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dewasa  dalam menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangannya. Untuk itu sebaiknya para akhwat tidak mematok kriteria tinggi dalam mendapati  jodohnya, karena pada akhirnya apabila seseorang dengan kriteria  seperti itu belum juga didapatkan, maka yang ada adalah  kompromi-kompromi, mencoreti beberapa kriteria, yang pada akhirnya  kelanjutan rumah tangganya akan menimbulkan kekecewaan terhadap  pasangannya tersebut, karena tidak sesuai dengan impian. Juga dewasa  dalam menghadapi pernak-pernik hidup berumah tangga, karena menjalin rumah tangga bukan hanya menjalin hubungan antara suami dengan istri,  tetapi juga hubungan antar keluarga, orang tua, mertua hingga tetangga.  Banyak fitnah yang terjadi saat hubungan ini tidak harmonis. Konflik  istri dengan mertua, tetangga dan lain sebagainya akan menyulitkan  menuju keluarga sakinah karena selalu beradu dengan konflik yang tidak  perlu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dewasa pula dalam menghadapi kehidupan. Membagi antara  aktifitas rumah tangga, da&#8217;wah dan aktifitas lain, karena Islam tidak  mengebiri aktifitas wanita. Semua potensi wanita layaknya dikembangkan  dalam bingkai Islam sehingga menambah dinamika dan keberkahan rumah  tangga tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan terpenting adalah dewasa dalam menghadapi  perubahan, karena antara kehidupan lajang dengan berkeluarga adalah dua  alam yang berbeda. Saat lajang begitu mudahnya seseorang menjalani  aktifitas yang diingini tanpa beban, namun saat berkeluarga akan  terdapat berbagai batasan-batasan di satu sisi dan dukungan-dukungan  disisi lain. Perubahan ini bisa jadi sangat drastis, bisa merubah  segala rencana dan impian yang telah ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti contoh: ada akhwat  dari keluarga berkecukupan menikah dengan ikhwan yang sederhana. Segala  fasilitas yang dahulu didapatnya kemudian sirna begitu saja. Bila tidak  dewasa dalam memandang permasalahan ini, maka bahtera rumahtangga  tersebut bisa berantakan. Istri yang menuntut macam-macam sementara  sang suami tidak mampu berbuat apa-apa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita layaknya meneladani  sikap istri Umar bin Abdul Aziz, putri khalifah yang bergelimang  kekayaan dan bertabur perhiasan. Namun ketika sang suami menjadi  khalifah menggantikan ayahandanya, segalanya berubah. Semua perhiasan  dan harta miliknya diserahkan ke Baitul Maal, bahkan hingga Umar wafat  beliau memilih hidup dalam kemiskinan walaupun telah ditawarkan untuk  mengambil kembali harta yang telah disedekahkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah,  bahwa begitu banyak potensi wanita, begitu banyak peran yang bisa  diambilnya. Namun tetaplah Islam mengatur peran wanita pada porsinya.  Tidak mengebiri, tidak pula dibiarkan sebebas-bebasnya. Sehingga  kemudian kita dapat menyaksikan sebuah peradaban yang dibangun oleh  insan-insan bertaqwa, dibangun oleh keluarga-keluarga yang Sakinah  Mawaddah Warahmah, dibangun oleh masyarakat yang adil dan terbina  sehingga mewujudkan suatu kesejahteraan, teratur dalam bingkai syari&#8217;ah  Allah, berjalan beriringan menggapai ridho ilahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Diambil dari berbagai sumber:(<a href="http://orinkeren.multiply.com/journal/item/163">http://orinkeren.multiply.com/journal/item/163)+proses</a> editing.</p>
Posted in Muslimah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kartino.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kartino.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kartino.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kartino.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kartino.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kartino.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kartino.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kartino.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kartino.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kartino.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=229&subd=kartino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kartino.wordpress.com/2009/07/11/bekal-persiapan-bagi-akhwat-membina-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/210cf67631035e677577b43d27f63f49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kartino</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meniti Membangun Rumah Tangga</title>
		<link>http://kartino.wordpress.com/2009/06/02/meniti-membangun-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://kartino.wordpress.com/2009/06/02/meniti-membangun-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 15:23:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kartino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan & Keluarga Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kartino.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Ketika usia beranjak dewasa, pernikahan merupakan momen yang dinanti. Ingin segera mengganti status diri. Bosan menjadi seorang lajang. Tiada sanggup lagi hidup dalam kesendirian. Kesendirian menciptakan suasana sepi. Merasa sunyi berada diatas bumi. Ada ruang kosong didalam hati yang harus terisi. Hampa, karena belum menemukan cinta sejati. Cinta yang datang dari seorang kekasih. Kekasih yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=224&subd=kartino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ketika usia beranjak dewasa, pernikahan merupakan momen yang dinanti. Ingin segera mengganti status diri. Bosan menjadi seorang lajang. Tiada sanggup lagi hidup dalam kesendirian. Kesendirian menciptakan suasana sepi. Merasa sunyi berada diatas bumi. Ada ruang kosong didalam hati yang harus terisi. Hampa, karena belum menemukan cinta sejati. Cinta yang datang dari seorang kekasih. Kekasih yang berani mengikat janji. Janji dalam ikatan yang suci.</p>
<p style="text-align:justify;">Menunggu, bosan terus menunggu. Penantian yang panjang. Selalu diliputi ketidakpastian. Kapan penantian ini akan berakhir. Hati selalu bimbang. Kepasrahan yang disertai kecemasan. Cemas, mengharap jodoh itu datang. Selalu termenung, dan termenung. Dihinggapi sepi walau ditengah keramaian. Kegelisahan tak juga lepas. Waktu terus berputar. Umur kian menua. Takut jika celaan itu datang. Resah tak kunjung naik pelaminan.<span id="more-224"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pernikahan memang bukan perkara yang sepele. Perlu keberanian. Berani menghadapi tantangan. Mental harus kuat. Pesimisme tak boleh menguasai. Optimisme tetap dijaga. Yakin bahwa Allah yang memberi rizki. Siap menanggung beban. Tanggung jawab yang diemban begitu berat. Terjangan badai bisa datang setiap saat. Tidak mengenal waktu dan tempat. Memang sulit dan menakutkan. Namun, bukan berarti tak bisa dihadapi. Semua usaha selalu ada resiko. Kesuksesan dicapai setelah melewati banyak rintangan. Batu yang mengganjal, bukanlah penghalang. Tujuan mulia harus diraih dengan jerih payah. Meraih kemuliaan dengan segera melangsungkan pernikahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Merencanakan pernikahan, merupakan tugas perkembangan orang yang beranjak dewasa menurut seorang pakar Psikologi Perkembangan, Havighurst. Ketika memasuki masa dewasa, rencana untuk membangun mahligai rumah tangga harusnya sudah ada ditiap benak kita. Tidak lagi berjuang sendiri. Namun berdua menghadapi arus kehidupan. Bahtera itu dinakhodai suami, didampingi sang istri yang setia berada disisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan rumah tangga memang berliku. Tantangan kedepan begitu berat. Visi dan misi kehidupan harus jelas. Tameng harus tersedia agar siap menghadapi hantaman yang keras. Perlu tameng yang kuat. Jika tameng itu lemah, terbentur sedikit saja maka seketika akan pecah. Tidak bertahan lama. Pondasi keluarga haruslah kokoh. Semakin kuat pondasi, cobaan alang merintang tak jadi persoalan. Tetap eksis ditengah pergolakan. Komitmen harus dibangun sedari awal. Tabah menghadapi cobaan. Siap merasakan pahit. Tarbiyah tak boleh dilupakan. Karena pondasi itu dibangun dengan pembinaan. Keluarga dibina dengan landasan agama yang kokoh. Hingga aqidah tertancap  kuat. Muamalah pun dihiasi dengan akhlak yang mulia. Tiada dusta yang menjadi kebiasaan. Kejujuran sudah menjadi watak dan tabi’at. Kebahagiaan pun tercipta. Romantisme senantiasa terpelihara. Idaman seluruh keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Romantisme</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Romantisme merupakan bumbu penyedap dalam kehidupan rumah tangga. Mayoritas istri, mendamba romantisme dari suaminya. Angan-angan para istri diperlakukan layaknya seorang putri. Seorang putri yang menanti sang pangeran beraksi. Berharap sang pangeran menjemputnya dengan kereta kencana beralaskan permadani. Bertekuk lutut sambil menyerahkan sekuntum bunga. Bunga yang indah dan semerbak wangi. Disertai pujian dan kata-kata manis nan puitis. Kata-kata cinta mengalir seperti mata air. Hati sang putri pun turut berbunga-bunga. Perasaannya senang, pikirannya terbang melayang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahtera yang Retak</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Badai kencang bisa datang menerjang bahtera rumah tangga kapan saja. Jika nakhoda tidak handal, bahtera akan terombang-ambing ditengah lautan. Tak jelas arah dan tujuan. Bahtera terancam karam dihantam karang. Retak, bahtera tak kuat melawan kerasnya hadangan. Tenggelam, sedikit demi sedikit bahtera dimangsa lautan. Bahtera tak terselamatkan. Kini hanyut ke dasar.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernikahan akan retak jika kesetiaan tidak lagi terpatri di dalam hati. Pertikaian yang tak kunjung henti. Kebencian begitu mendalam, tertanam di dalam hati. Pertengkaran yang dibumbui amarah dan emosi menghiasi sepanjang hari. Tiada lagi ketentraman di dalam rumah. Suami-istri diliputi lelah. Putus asa, akhirnya memutuskan untuk berpisah. Tak sanggup lagi meneruskan perjalanan. Ikrar suci yang dulu diucapkan seolah terlupakan. Janji untuk sehidup semati ternyata hanya bualan. Setia, bersama dalam keadaan lapang maupun sempit, itu hanya mimpi. Kini semuanya berubah, keras kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">Anak-anak menjadi korban. Perasaan mereka seolah terlupakan. Terlupakan karena pertikaian. Anak-anak hanya mampu menangis. Menangis sendiri tanpa ada yang peduli. Kedua orangtua mereka sibuk dengan urusannya sendiri. Lupa dengan kondisi sang buah hati. Bingung, anak-anak menjadi bingung. Mengapa rumah kini menjadi neraka. Padahal dulu tenang dan tentram seperti surga. Kedamaian di dalam rumah telah hilang. Perpisahan, sesuatu yang belum mereka pahami. Mengapa harus memilih antara dua orang yang sama-sama mereka cintai. Pikiran mereka penuh tanda tanya. Namun penjelasan itu tak juga sanggup dimengerti. Anak-anak itu terlalu lugu. Hati mereka suci. Belum ternoda dengan tinta kelam. Perasaan mereka jujur, berharap ayah-bunda untuk bersatu kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang dewasa, hidup mereka penuh ambisi. Menilai segala sesuatu dalam sudut pandang untung-rugi. Apalagi dizaman seperti sekarang ini. Individualis, itulah keadaannya. Manusia semakin individualis. Tiada lagi kepedulian terhadap sesama. Tak lagi peduli orang lain yang kesusahan selama ia masih hidup dalam kesenangan. Namun protes jika haknya sedikit saja terlupakan. Berteriak menyebut ketidakadilan.  Sulit untuk mengalah. Tidak mau merasakan susah. Selalu saja menuntut. Demi kepuasan pribadi. Rela mengorbankan segalanya. Tanpa memperhitungkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan. Lupa dengan kaidah maslahat dan mafsadah. Semuanya demi egoisme diri. Lupa, tak sadar jika justru anaknya yang akan terkena imbasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perceraian menyebabkan jiwa anak labil. Ia ingin memberontak pada keadaan. Namun tangannya terlalu lemah untuk melakukan perlawanan. Mereka hanya sanggup menerima dengan terpaksa. Terpaksa pada keadaan yang diciptakan kedua orangtuanya. Kadang menjadi berat harus meninggalkan salah satunya. Kasih sayang itu tak lagi utuh ia terima. Pecah, seiring terpecahnya hubungan orangtuanya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Merakit Kembali</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa awal pernikahan, hidup sungguh terasa amat indah. Tiada hari tanpa senyum dan canda tawa. Suasana selalu saja romantis. Cinta dan kasih sayang bertaburan dimana-mana. Dunia seolah hanya milik berdua. Yang ada hanya cinta dan cinta. Jiwa merasakan kesejukan. Kaki sulit beranjak dari rumah. Selalu ingin pulang, tak mampu lama berpisah. Rindu untuk segera bermesraan. Memori tentang masa lalu terungkap kembali. Kenangan-kenangan yang tak mungkin terlupakan. Masa-masa sulit dilalui berdua. Lapar dan dahaga ditanggung bersama. Rela berbagi, makan sepiring berdua. Berbagi tegukan dalam satu gelas. Tak memelas, tidur tanpa alas. Kesulitan membuat hati semakin erat. Dua hati kini telah menyatu. Menyatu dalam satu simpul ikatan. Ikatan itu begitu kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pria dan wanita memang berbeda. Fisik mereka berbeda, menyebabkan fungsi, peran, dan karakter mereka pun berbeda. Pria berwatak keras, sedangkan wanita berwatak halus. Tidak ada kelebihan mutlak disalah satu pihak. Keduanya saling mengisi. Yang penting, masing-masing memahami perannya dan bertanggung jawab atas peran yang diberikan. Perbedaan bukanlah suatu yang tercela. Justru perbedaan membuat kita belajar saling memahami. Paham akan karakter masing-masing. Menerima kelebihannya dengan senang hati, tanpa disusupi rasa dengki. Bersabar atas kekurangan yang ada dalam individu masing-masing. Berusaha untuk mengerti bahwa manusia bukan makhluk yang sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">Cemburu harus tertanam pada diri suami-istri. Cemburu karena melihat pasangan tidak patuh pada ajaran. Marah karena tak mau lepas dari maksiat yang senantiasa menggoda. Cemburu merupakan tanda cinta. Tak tega si dia terkena celaka. Apalagi jika kelak terkena siksa. Namun cemburu menjadi masalah jika berada diluar kendali. Cemburu yang terlalu tinggi. Tak mampu mengendalikan emosi. Hingga kepercayaan tak ada lagi. Kecurigaan mengubah bahagia menjadi petaka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesadaran akan peran diri, komitmen, dan tanggung jawab harus bersatu padu dalam ikatan yang utuh. Komunikasi pun harus terjalin dengan baik. Interaksi tidak boleh dilupakan. Kasih sayang jangan sampai hilang, harus selalu terpelihara. Kesetiaan pun tetap dijaga. Jika hilang, maka akan timbul benih-benih penghianatan. Kesetiaan mahal harganya. Apalagi pada era ini, dimana sebagian orang bangga dengan kemunafikan. Perselingkuhan begitu dipuja. Banyak tertulis dalam bait-bait syair. Orang ketiga dianggap biasa. Propaganda yang disebarluaskan. Terlihat jelas dalam adegan sandiwara televisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernikahan yang bahagia bukan sekedar impian. Mimpi-mimpi itu bisa terealisasi ke dalam realitas. Memang perlu usaha dan kerja keras. Disertai pula dengan kerja cerdas. Semua orang pasti berharap agar perjalanan hidup keluarganya dinaungi kedamaian, cinta, dan kasih sayang. Maka, jangan pernah putus usaha dan doa.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya Allah,Sesungguhnya aku minta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu dengan kemahakuasaan-Mu.Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung,sesungguhnya Engkau Maha Kuasa,sedang aku tidak kuasa,Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui,dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang gaib.Ya Allah apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini(Membangun rumah tangga yang dilandasi ketakwaan pada Allah dan ibadah serta kebaikan dan keberkahan didalamnya yang hanya kepada-Mu saja kami berharap) lwebih baik dalam agamaku dan akibatnya terhadap diriku,sukseskanlah untukku,mudahkan jalannya,kemudian berilah berkah.Akan tetapi jika engkau mengetahui bahwa persoalan ini tidak baik bagiku dalam agama dan kesudahan bagiku,maka singkirkanlah dariku dan jauhkanlah aku daripadanya,takdirkan kebaikan untukku dimana saja kebaikan itu berada kemudian berikanlah kerelaaan-Mu padaku&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Bismillahirahmanirahim&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Pernikahan &amp; Keluarga Muslim  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kartino.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kartino.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kartino.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kartino.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kartino.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kartino.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kartino.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kartino.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kartino.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kartino.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=224&subd=kartino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kartino.wordpress.com/2009/06/02/meniti-membangun-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/210cf67631035e677577b43d27f63f49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kartino</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Kehamilan yang Sehat</title>
		<link>http://kartino.wordpress.com/2009/05/21/menuju-kehamilan-yang-sehat/</link>
		<comments>http://kartino.wordpress.com/2009/05/21/menuju-kehamilan-yang-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 15:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kartino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan & Keluarga Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kartino.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Kata &#8220;hamil&#8221; bagi anda yang belum pernah mengalaminya mungkin membuat anda merasa penasaran. Dr. Wiku Andonotopo mengatakan, secara medis, kehamilan dimulai dari proses pembuahan sel telur wanita oleh spermatozoa dari pihak pria. Sel telur yang dibuahi akan berkembang jadi bakal embrio yang kemudian akan menjalani pembelahan sampai menjadi embrio. Bakal janin ini lalu akan menempel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=221&subd=kartino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span class="style1">Kata &#8220;hamil&#8221; bagi anda yang belum pernah mengalaminya mungkin membuat anda merasa penasaran. Dr. Wiku Andonotopo mengatakan, secara medis, kehamilan dimulai dari proses pembuahan sel telur wanita oleh spermatozoa dari pihak pria. Sel telur yang dibuahi akan berkembang jadi bakal embrio yang kemudian akan menjalani pembelahan sampai menjadi embrio. Bakal janin ini lalu akan menempel di selaput lendir rahim, yang terletak di rongga rahim. Setelah semua ini terjadi, Anda bisa dibilang telah &#8220;resmi&#8221; hamil.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengetahui usia kehamilan Anda, Anda harus mengingat hari pertama haid terakhir yang dialami. Dari situ akan bisa dihitung berapa usia kehamilan dan kapan kira-kira Anda akan melahirkan sang bayi. Biasanya para dokter menggunakan rumus Naegele, yaitu hari pertama haid terkahir ditambah 7, bulan dikurangi , lalu pada anga tahun ditambah 1.</p>
<p style="text-align:justify;">Gejala pertama kehamilan yang akan Anda alami adalah berhentinya siklus haid normal. Kebanyakan ibu hamil akan mengalami mual dan muntah, akibat mulai berpengaruhnya aktivitas hormon-hormon yang muncul dalam kehamilan. Seperti human chorionic gonadotropin (heg). Hormon inilah yang dijadikan tolak ukur tes kehamilan pada beberapa test pack yang tersedia di pasaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Gejala lainnya adalah berkurangnya nafsu makan, mengidam, kelelahan, frekuensi buang air kecil yang meningkat, mengalami sembelit, dan kemungkinan Anda akan mengalami perdarahan berbercak dalam kurun waktu sampai 5 minggu usia kehamilan. Hal itu normal dan tak perlu dicemaskan, karena embrio saat itu sedang mengalami proses perlekatan di dinding selaput rahim. Walaupun begitu, sebaiknya Anda segera konsultasikan pada dokter. Kehamilan yang sehat adalah bagaimana Anda dapat menjaga diri Anda dan calon bayi. Dengan olahraga kehamilan dan pola makan yang teratur dapat membantu anda menuju proses melahirkan yang lancar. Sebelum menuju kehamilan itu sendiri, ada baiknya mulai sekarang Anda harus menyiapkan mental Anda dan mulailah dengan menjalani pola hidup sehat.</p>
<p style="text-align:justify;"><span class="style1">Persiapkan diri untuk menjalani itu semua,Insya Allah</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span class="style1">Dapatkan baraqah dari setiap prosesnya.<br />
</span></p>
Posted in Pernikahan &amp; Keluarga Muslim  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kartino.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kartino.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kartino.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kartino.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kartino.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kartino.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kartino.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kartino.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kartino.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kartino.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kartino.wordpress.com&blog=1452736&post=221&subd=kartino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kartino.wordpress.com/2009/05/21/menuju-kehamilan-yang-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/210cf67631035e677577b43d27f63f49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kartino</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>