25 Mei 2008
Ashulus Sunnah wa I’tiqad Dien
Ditulis dalam Ad-Da’watu ilallâh pada 7:03 am oleh Kartino
Oleh : Ibnu Abi Hatim
Aku bertanya kepada ayahku dan Abu Zur’ah radliyallahu’anhuma tentang
madzhab Ahlus Sunnah dalam masalah ushuluddin (pokok–pokok agama) juga tentang
pemahaman para ulama di berbagai kota yang mereka ketahui, serta apa saja yang mereka
berdua yakini. Maka, keduanya berkata : Kami telah berjumpa dengan para ulama di
seluruh kota baik di Hijaz, Iraq, Mesir, Syam maupun Yaman, maka diantara madzhab yang
mereka anut adalah :
1. Iman itu berupa perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang.
2. Al–Qur’an adalah kalam Allah dan bukan makhluk, dalam segala aspeknya.
3. Takdir yang baik maupun yang buruk adalah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
4. Di kalangan ummat ini, sebaik–baik orang setelah Nabi adalah Abu Bakar Ash–Shiddiq,
kemudian ‘Umar bin Al–Khattab, lalu ‘Utsman, lalu ‘Ali bin Abu Thalib radliyallahu
1 Periwayatan hadits diatas dapat dilihat pada text asli dalam bahasa arabnya
2 Perkataan (ucapan) dengan lisan, keyakinan dengan hati dan perbuatan dengan anggota badan
3 Banyak dalil mengenai hal itu, diantaranya adalah firman Allah Ta’ala : “Dan orang – orang yang
mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka
(balasan) ketaqwaannya.” (Muhammad 12). Allah Ta’ala juga berfirman : “Dan supaya orang –
orang yang beriman bertambah imannya.” (Al-Muddatstsir 31). Dia juga berfirman pula : “Dan
apabila kepada mereka dibacak ayat-ayat-Nya, maka bertambah iman mereka.” (Al-Anfal 2)
4 Ia dihafal di dalam dada, diucapkan dengan lidah dan ditulis di berbagai mushaf. Barangsiapa yang
berkeyakinan bahwa Al–Qur’an itu makhluk, maka ia adalah seorang penganut faham Jahmiyah
yang sesat. Ahlus Sunnah wal Jama’ah bersepakat bahwa Al–Qur’an adalah kalam Allah dan
bukan makhluk. Read More……
29 Februari 2008
Zâdud Dâ’iyah ilallâh
Ditulis dalam Ad-Da’watu ilallâh pada 11:46 pm oleh Kartino

![]()

Penulis:
Faqihuz Zaman al-Imam al-‘Allamah
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Rahimahullahu
Kata Pengantar
Seorang yang bijak pernah berkata :
فاقد الشيئ لا يعطي
“Seorang yang tidak memiliki apa-apa tidak dapat memberi”
Sungguh benar apa yang dikatakan oleh orang bijak ini, karena bagaimana bisa memberi? Padahal ia tidak memiliki apa-apa.
Lantas, bagaimana halnya dengan seorang da’i yang mengajak ke jalan Alloh sedangkan ia tidak memiliki ilmu dan bekal-bekal di dalam menempuh jalan dakwah, apa yang akan dia berikan kepada ummat? Padahal Alloh telah melarang manusia berkata-kata tanpa ilmu, apalagi berbicara di dalam agama Alloh tanpa ilmu.
Untuk itulah, selayaknya bagi seorang da’i yang berdakwah di jalan Alloh agar membekali dirinya dengan bekal-bekal dakwah. Apa sajakah bekal-bekal dakwah yang sepatutnya seorang da’i mempersiapkannya? Faqihuz Zaman, al-Imam al-’Allamah Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah memberikan jawabannya dengan terang dan jelas. Maka reguklah ilmu ini wahai hamba Alloh dan berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah takwa.
Malang, 11 Ramadhan 1428 H.
BEKAL-BEKAL BAGI PARA DA’I
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ
Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
إن الحمد لله، نحمده، ونستعينه، ونستغفره، ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، أرسله الله تعالى بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله، فبلَّغ الرسالة، وأدى الأمانة، ونصح الأمة، وجاهد في الله حق جهاده، وترك أمته على محجة بيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك، فصلوات الله وسلامه عليه وعلى آله وأصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، وأسأل الله عز وجل أن يجعلني وإياكم من أتباعه باطناً وظاهراً، وأن يتوفانا على ملته، وأن يحشرنا في زمرته، وأن يدخلنا في شفاعته، وأن يجمعنا به في جنات النعيم مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين، والصديقين، والشهداء والصالحين. أما بعد:
Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Alloh, yang kita menyanjung-Nya, memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya serta kita bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Alloh dari keburukan jiwa-jiwa kita dan kejelekan amal-amal kita. Barangsiapa yang Alloh berikan petunjuk kepada-Nya maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Alloh leluasakan kepada kesesatan maka tidak ada seorangpun yang yang memberinya petunjuk.
Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah kecuali hanya Alloh semata yang tidak ada sekutu atas-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang Alloh Ta’ala mengutus beliau dengan petunjuk dan agama yang haq, yang Alloh menangkan dari semua agama. Kemudian beliau menyampaikan risalah, memenuhi amanat dan memberikan nasehat bagi ummat serta berjihad di jalan Alloh dengan sebenar-benarnya jihad. Beliau meninggalkan ummatnya dalam keadaan yang terang benderang, malamnya bagaikan siangnya dan tidak ada yang berpaling darinya kecuali akan binasa.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada beliau, keluarga beliau dan sahabat beliau, serta siapa saja yang mengikuti mereka dengan lebih baik sampai hari kiamat. Saya memohon kepada Alloh agar menjadikanku dan kalian termasuk para pengikut beliau secara bathin dan zhahir, mewafatkan kita di atas agama beliau, membangkitkan kita (pada hari kiamat kelak) di dalam barisan beliau, memasukkan kita ke dalam syafa’at beliau dan mengumpulkan kita di dalam surga na’im (yang penuh kenikmatan) bersama orang-orang yang Alloh anugerahkan nikmat kepada mereka dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin. Amma Ba’du :
DAKWAH KE JALAN ALLOH DAN AKHLAK SEORANG DA’I
Ditulis dalam Ad-Da’watu ilallâh pada 11:42 pm oleh Kartino

للإمام عبد العزيز بن عبد الله بن باز
DAKWAH KE JALAN ALLOH DAN AKHLAK SEORANG DA’I
Karya :
Imam ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، ولا عدوان إلا على الظالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، إله الأولين والآخرين، وقيوم السماوات والأرضين، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله وخليله وأمينه على وحيه، أرسله إلى الناس كافة بشيرا ونذيرا، وداعيا إلى الله بإذنه وسراجا منيرا، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه الذين ساروا على طريقته في الدعوة إلى سبيله، وصبروا على ذلك، وجاهدوا فيه حتى أظهر الله بهم دينه، وأعلى كلمته ولو كره المشركون، وسلم تسليما كثيرا أما بعد:
Segala puji hanyalah milik Alloh Rabb (pemelihara) alam semesta, dan akibat (yang baik) hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa serta tidak ada permusuhan melainkan hanya kepada orang-orang yang berbuat aniaya (zhalimin). Aku bersaksi bahwa tiada ilaah (sesembahan) yang haq untuk disembah kecuali hanyalah Alloh semata yang tiada sekutu bagi-Nya, (Dialah) sesembahan yang pertama dan yang belakangan, yang menegakkan langit dan bumi. Aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya serta kekasih (khalil) dan kepercayaan (amin)-Nya yang bertugas menyampaikan wahyu-Nya, yang Alloh mengutus beliau kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan peringatan, yang menyeru kepada Alloh dengan izin-Nya dan pembawa pelita yang terang benderang. Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada beliau dan kepada keluarga beliau serta para sahabat beliau yang meniti di atas jalan beliau di dalam berdakwah ke jalan Alloh, yang mereka bersabar di atasnya dan berjihad di dalamnya sampai Alloh memenangkan bagi mereka agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya, walaupun orang-orang musyrik membencinya. Amma Ba’du :
Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala menciptakan jin dan manusia hanyalah untuk beribadah kepada-Nya semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan untuk mengagungkan perintah dan larangan-Nya serta untuk mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS adz-Dzaariyat : 56)
Dan firman-Nya Azza wa Jalla :
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
”Wahai sekalian manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertakwa.”
Adab Bagi Para Dai
Ditulis dalam Ad-Da’watu ilallâh pada 11:40 pm oleh Kartino

Oleh :
Al-‘Allamah asy-Syaikh Muhammad bin Hasan bin ‘Abdirrahman Alu asy-Syaikh
(Anggota Ha`iah Kibaril Ulama dan Lajnah Da`imah lil Ifta’)
- حفظه الله ورعاه -
Pendahuluan
Dakwah ke jalan Alloh Ta’ala merupakan ketaatan yang paling mulia dan qurobah (pendekatan diri/ibadah) yang paling agung. Dakwah merupakan seutama-utama pergerakan yang mengarahkan semangat yang tinggi dan kemauan yang kuat, sebagaimana firman Alloh Ta’ala :
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS Fushshilat : 33)
Alloh pun juga telah menyediakan bagi (orang yang) berdakwah, ganjaran yang besar dan pahala yang berlimpah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :
من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه دون أن ينقص من أجورهم شيء
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya tersebut sedikitpun.” (HR Muslim).