05.21.09
Beberapa Hal Tentang Asupan Nutrisi Selama Kehamilan
|
Janin memulai awal kehidupannya sejak di dalam kandungan. Memasuki hari ke 17 kemahilan, sel-sel otak janin sudah mulai terbentuk dan berkembang. Untuk mendukung dan mengoptimalkan perkembangan janin serta menjaga kesehatan sang ibu, maka ibu perlu mengkonsumsi berbagai nutrisi yang cukup.
|
|
Berbagai asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil diantaranya Folat, Kalsium (Ca), Zat besi (Fe), Vitamin B6, Vitamin D dan B12. Status nutrisi yang baik sangat penting bahkan sejak merencanakan kehamilan. Manfaat nutrisi bagi ibu hamil meliput dapat mengurangi komplikasi, memperbesar keberhasilan menyusui (ASI), mengurangi resiko berkurangnya cadangan gizi ibu, memperkecil resiko bayi prematur dan menekan resiko sakit dan kematian ibu hamil.
|
|
Sedangkan pentingnya nutrisi untuk janin yakni memperkecil resiko terhambatnya perkembangan janin, meningkatkan pertumbuhan & perkembangan janin yang normal, menciptakan daya tahan tubuh bayi yang baik, menyediakan cadangan nutrisi yang baik, meminimalkan resiko stillbirths, cacat bayi dan kematian bayi.
|
|
Adapun nutrisi yang dibutuhkan untuk janin diantaranya DHA, Gangliosida (GA), Folat (Vitamin B9), Fe, EFA, dan Kolin. Semua nutrisi-nutrisi tersebut sangat bermanfaat baik calon bayi dan sang ibu, agar terhindar dari resiko seperti salah satunya Neutral Tube Defects (NTD) atau cacat pada otak dan tabung syaraf janin.
|
|
Neutral Tube Defects atau NTD disebabkan karena gagalnya tabung syaraf tulang belakang untuk tertutup sebagaimana mestinya pada hari ke-28 pasca-konsepsi. Resiko NTD dapat dikurangi hingga 80% dengan mengkonsumsi Folat sebelum dan setelah kelahiran, terutama pada trimester pertama.
|
|
Resiko NTD dapat terjadi apabila selama mengandung sang ibu tidak mendapat cukup Folat. Secara umum, Folat diketahui mampu mengurangi resiko terjadinya NTD dan cacat lahir lainnya, mencegah bayi lahir dengan kondisi bibir sumbing, berat lahir rendah, down’s syndrome, keduduran, mencegah resiko terjadinya anemia megaloblastik dan menurunkan kadar homocystein dalam darah,. Kadar homocystein yang tinggi dikaitkan dengan komplikasi selama masa kehamilan seperti preeklamasi, kelahiran prematur dan lahir mati.
|
|
Selain Folat masih banyak lagi nutrisi yang dibutuhkan janin seperti Gangliosida. Gangliosida berperan sejak awal proses migrasi sel-sel otak. Model plasenta yang diteliti oleh Prof. Murray Mitchell dkk, menunjukkan bahwa Gangliosida dari kompartemen maternal (ibu) ke kompartemen janin secara signifikan dapat ditransfer dalam jangka waktu 1 jam.
|
|
Gangliosida (GA) terkonsentrasi pada otak dan berperan penting pada perkembangan daya ingat, sel syaraf dan pembentukan sinapsis serta koneksi antar sel syaraf. Tingginya kosentrasi Gangliosida dalam ASI (Air Susu Ibu) pada masa menyusui dan otak bayi yang diberi ASI, menyimpulkan bahwa Gangliosida berperan pada perkembangan bayi dan asupannya dapat meningkatkan nilai Gangliosida pada jaringan tubuh.
|
|
Selain nutrisi seperti Folat dan Gangliosida, masih ada lagi manfaat nutrisi lainnya seperti DHA yang berguna untuk pembentukan system central nervous system during, Fe memiliki manfaat untuk membentuk sel-sel darah merah janin, juga menyimpan zat besi dalan tubunya, Kolin dapat mempengaruhi perkembangan otak terutama fungsi mengingat, serta EFA yang penting untuk perkembangan otak bayi yang sedang mengalami percepatan di saat trimester ke-3 hingga usia 30 bulan setelah kelahiran.
|
|
Untuk memenuhi nutrisi yang berkualitas selama kehamilan ada baiknya dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum memutuskan untuk mengandung. Perbanyaklah mengkonsumsi makanan bergizi lengkap dan bervariasi mulai dari sumber protein, sayur-sayuran, buah-buahan dan bila perlu minum susu untuk ibu hamil. Patuhi jadwal makan dan jangan abaikan sarapan. Bila ibu merasa mual, makanlah dalam porsi sedikit tetapi sering.
|
|
Dan sebaiknya hindarilah mengkonsumsi cemilan yang mengandung banyak minyak, gula dan lemak tinggi serta jangan sampai menyantap hidangan ikan, daging, telur dan ayam yang dimasak setengah matang. Jangan pula mengkonsumsi alkohol dan merokok karena itu sangat berbahaya untuk janin dan sang ibu. Selain itu hindari meminum teh, kopi atau softdrink terlalu banyak.(kartino)
sumber : hanyawanita.com
Artikel yang samaSalah satu persiapan yang dilakukan saat hamil adalah menjaga asupan nutrisi yang bagus untuk ibu dan bayi yang ada di dalam kandungan, karena selama kehamilan, janin di dalam tubuh ibu berkembang dengan pesat. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh kecukupan zat gizi ibu. saat zat gizi kurang, pertumbuhan juga dapat terganggu. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang macam macam nutrisi untuk ibu hamil, kita cari tahu dulu bagaimana mengetahui status gizi ibu hamil. Salah satu parameter untuk mengetahui status gizi ini adalah dengan melihat peningkatan berat badan selama kehamilan. Idealnya, dalam 5 bulan pertama terdapat peningkatan 1 kg berat badan ibu per bulan. Dalam bulan bulan berikutnya diharapkan peningkatan sebesar 2 kg per bulannya. Bingung? Oke deh, kita simpulkan saja. Selama kehamilan, diharapkan adanya peningkatan berat badan ibu sebesar : * 7 – 11,5 kg bagi mereka dengan berat badan > 65 kg saat mulai hamil. Setelah mengetahui status gizi ibu hamil, barulah sekarang kita menginjak ke pokok pembahasan yaitu menghitung kebutuhan nutrisi ibu hamil. Wanita hamil membutuhkan sebesar 2485 kalori per hari, yang terdiri dari : 1. Karbohidrat : Karbohidrat merupakan sumber tenaga/energi (1g karbohidrat = 4 kalori energi), kegunaan lainnya yaitu menjaga kesehatan jaringan saraf dan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kebutuhan : lebih kurang 1292 kalori atau sama dengan 323 gram karbohidrat (sekitar 5 piring nasi). Sumber karbohidrat antara lain, nasi, mie, kentang, roti, dsb. Anjurannya : konsumsilah 9 porsi karbohidrat (1 porsi = 1 potong roti atau setengah cangkir sereal) setiap hari. Fungsi vitamin dan mineral sendiri antara lain : * Vitamin A : Membantu pertumbuhan kulit, tulang dan gigi. Penting untuk fungsi penglihatan yang normal. (Kartino) |