04.08.09

Keutamaan Memberikan ASI Eksklusif =KB Alami

Ditulis dalam Pernikahan & Keluarga Muslim pada 7:04 pm oleh Kartino

Berbekal dengan bekal yang baik dalam membina rumah tangga dapat kita mulai pra nikah maupun kita lebih intenskan pasca pernikahan.Salah satu yang penting adalah pengetahuan tentang amanah anak-anak yang dikaruniakan kepada kita.Ibu sebagai bagian penting pendidikan dan merawat anak-anak karena dengan pembawaan sifat alami yang Allah karuniakan kepada kaum wanita.Adapun beberapa ciri/sifat ibu alami “Mother Nature” sebagai berikut:

  1. Menyusui anaknya, maksudnya si ibu benar2 menyusui anaknya sendiri, tidak seperti yangg dilakukan oleh kebanyakan ibu jaman sekarang, yang membeikan susu formula atau menyewa orang untuk menyusui anaknya, karena tidak sempat menyusui anaknya.
  2. Tidak dengan batas waktu, bila si anak menangis, si ibu langsung menyusui anaknya tanpa pikir panjang lagi. Bukannya tadi baru saja disusui, kok nangis lagi, nanti aja dua jam lagi. Bukan begitu ya!
  3. Tidak memberi makanan tambahan ≤ 4 bln, si bayi tidak diberi makanan tambahan oleh ibunya sebelum si bayi berumur 4 bln ato lebih. Hanya diberi ASI aja.
  4. Tidur dengan anaknya, untuk lebih mendekatkan perasaan emosional si ibu dengan si anak.

Di dalam tubuh si ibu kan ada hormon prolaktin yang berfungsi untuk memproduksi air susu. Iya nggak? Mengapa pada waktu si ibu masih dalam masa menyusui, si ibu itu tidak mengalami haid? Penjelasannnya,hormon kelamin wanita itu kan ada dua; LH (Luteinezing Hormon) & FSH (folikel Stimulating Hormon), yang keduanya berperan saat menstruasi terjadi. Pada saat si ibu dalam masa menyusui, maka kelenjar hipofise merespon bahwa harus diproduksi lebih banyak prolaktin, maka LH & FSH tidak dibuat, ya jadi tidak haid. Kalo si ibu belum haid lagi, berarti belum subur, dan akhirnya belum bisa hamil lagi.

Nah dah jelas belum? Intinya, jika si ibu ingin mencoba tips KB alami ini, maka si ibu harus rajin-rajin menyusui anaknya, dimanapun dan kapanpun waktunya, tanpa pembatasan waktu. Artinya cairan susu yang ada di kelenjar susu ibu, harus sering-sering kosong, agar prolaktin terus dibuat oleh kelenjar hipofise. Caranya? Ya itu tadi, si ibu harus rajin-rajin menyusui anaknya bila si anak butuh susu. Kalo anda wanita karier, maka untuk memenuhi itu –maaf- ya harus diperas sendiri, untuk menjaga agar kelenjar susu tetap dalam keadaan kosong. Sekarangkan sudah ada alat untuk nyedot cairan susu. Terus masukin freezer dan nanti setelah pulang diberikan ke anaknya.

Dan kerennya, ternyata di dalam Al-Qur’an pun sudah dijelaskan cara KB alami ini. Ada di QS. Al-Baqarah: 233 yang bunyinya “Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”. Apabila si ibu mau menerapkan tips di atas tadi, maka si ibu tidak akan mengalami haid selama ± 2 th, bahkan ada yang sampai 48 bln. Dan inilah KB alami yang murah, dan tidak repot. Ternyata Al-Qur’an emang keren kan! Emang gak  salah pilih Al-Qur’an sebagai pedoman.

Yah itu tadi lah, sedikit pengetahuan yang saya tahu. Mungkin jika ada dari temen2 yang lebih bisa menjelaskannya dengan lebih detail lagi, tolong bantu saya. Karena saya hanya manusia biasa yang banyak salah dan kurangnya.

Salah satu karunia Allah dan Bukti kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya.Membangun keluarga yang baraqah sudah seharusnya kita dapat persiapkan sejak awal,menempa dan membangun pribadi bekal menjalani kehidupan rumah tangga.Membangun sifat-sifat yang mengarahkan kita sebagai pribadi mukmin yang bijaksana,matang serta mampu menjadi pendamping bagi pasnagan kita,didunia dan Insya Allah diakhirat nanti.

Barakallahu ya akhi…ya ukhti…

Ketika Keputusan Menikah Menjadi Pilihan

Ditulis dalam Pernikahan & Keluarga Muslim pada 6:46 pm oleh Kartino

Ketika seorang meluruskan niat,memantapkan hati,menentukan pilihan calon pasangan hidupnya serta menjalani proses yang dituntunkan Islam membangun rumah tangga yang Sakinah,Mawadah Warahmah melalui pernikahan Syar’i juga menjadi bangunan yang kokoh,maka mulai saat itulah amanah besar dipikul bersama sebagai satu bagian yang utuh.Tidak ada lagi egoisme dan sifat yang mengurangi kemesraanpasca pernikahan melainkan pembenahan diri sehingga menambah keintiman dan kemesraan dalam membangun rumah tangga yang baraqah.

Membangun suasana dalam rumah sehingga tercipta suasana harmonis serta saling membangun komuikasi yang selalu menambah kemesraan dalam menjalani biduk rumah tangga,baik setelah Allah karuniakan anak-anak ataupun sebelumnya.Disaat awal- awal penikahan (7 hari pertama bersama dirumah istri) membangun komunikasi dan memahami karakter pasngan kita menjadi hal yang mampu menumbuhkan rasa ikatan yang semakin kuat dalam mengarungi bahtera rumah tangga kedepan.

Komunikasikan kepada pasanganmu dan jangan berharap pasanganmu tahu setiap apa yang sedang kau pikirkan.Komunikasikan dengan katakata dan diselingi dengan canda ataupun metode-metode yang dapat mendukung tersampaikannya materi yang kita sampaikan kepadanya tanpa mengurangi manfaat lebih yang dapat diambil dari setiap percaapan kita yaitu secara jangka panjang merupakan proses membangun hubungan yang kuat.

Hubungan yang kuat tidak terjadi begitusaja,butuh kesungguhan dalam membangundan menjaga agar hal tersebut terus tumbuh subur seiring keperjalanan pernikahan kita.Bicaralah dari hati ke hati tanpa menyinggung perasaan pasangan kita.Dalam menjalani rumah tangga akan ditemui berbagai dinamika rumah tangga yang memerlukan kemampuan dalam mengolahnya sehingga menembah hubungan yang kuat yang telah kita masing-masing kuatkan melalui ijab-qabul pernikahan.

Indikasi perkawinan makin lama makin kuat adalah ketika engkau hidup bertahun-tahun dengan pasanganmu dan engkau masih menganggap pasanganmu adalah orang yang mengasyikkan dan seru dalam menjalani ruamah tangga.

Bagian terbaik menyangkut hidup bersama seseorang adalah Engkau dapat belajar banyak sekali tentang diri sendiri.

Terinspirasi dari tulisan/catatan pribadi dalam buku catatan pribadi.Inspirasi lain tentang pentingnya membangun kematangan diri secara terus menerus sebagai bagian proses menyempurnakan takwa keada Allah dan pilihan untuk menjadi pribadi mukmin yang matang dari berbagai aspeknya.

Semoga senantiasa Allah menuntun langkah kita dalam menaaki jalan kebenaran.Beristiqamah dalam takwa.

Pernikahan Yang Berkah

Ditulis dalam Pernikahan & Keluarga Muslim pada 6:03 pm oleh Kartino

Sebuah kisah semoga memberikan inspirsi bagi yang membacanya

Teriakan kencang seorang wanita terdengar dalam sebuah pertengkaran, sementara sang pria hanya diam dan kadang mengeluarkan sedikit jawaban. Tapi tampaknya sedikit jawaban itu cukup ’nyelekit’ buat sang wanita hinga membuatnya melemparkan beberapa kaset tape yang ada didekatnya ke arah sang pria. Ada satu kaset yang tepat mengenai tubuhnya sementara beberapa kaset yang lain dengan tenang ditangkapi oleh pria itu satu per satu. Kemudian sambil menahan marah, sang pria sholat dhuha kemudian berkata ’ma, aku pergi dulu ke kantor. aku minta maaf dan aku sudah ridho denganmu. jangan lupa sholat dhuha juga ya’.

Malamnya saat pria itu pulang kantor dan memutuskan untuk tidur di kamar yang lainnya, demi menghindarkan bentrokan dengan istrinya, pria itu malah menemukan istrinya sudah berdandan cantik siap melakukan ’ritual minta ridho’ yang selalu dilakukan mereka tiap malam. Walau tetap dengan muka cemberut, mencium tangan sang pria dan berkata ’maafin mama ya, papa ridho dengan mama kan?’

Pernikahan mereka tepat tanggal 11 Juni 2008 ini akan berumur 30 tahun. Sang wanita memang masih kadang membuat masalah yang harus dibereskan oleh sang pria, tapi sang wanita itu juga masih selalu menjaga kehormatan sang pria, memanjakannya dan membantunya menaklukan dunia serta selalu membanggakan sang pria yang dianggapnya telah menyelamatkannya dengan membawanya ke jalanNYA. Walau kadang masih suka menggoda sang pria dengan menceritakan, betapa hebatnya pengaruh pesonanya terhadap sang pria dulu, sampai bisa membuat sang pria menolak perjodohan ayah sang pria dengan anak temannya yang sesama kyai di Blitar.

Sang pria juga masih kadang membalas menggoda sang wanita, dengan menceritakan betapa pendeknya rok sang wanita berikut sepatu but tinggi sepaha, sewaktu kuliah dulu di Unibraw. Dan menceritakan betapa kesalnya dengan sang wanita yang selalu terlambat datang, dengan muka tidak bersalah diantarkan dengan mobil jip tentara ayahnya sampai tepat ke depan pintu ruang praktikum, dimana sang pria menjadi asisten dosennya. Dengan bangga juga bercerita tentang keterpaksaan sang pria menurunkan standar nilai, sampai wanita itu bisa mendapatkan nilai A dan mahasiswa lainnya yang sekelas dengan wanita itu jadi ikut menikmati taburan nilai A dan B dulu. Tapi sang pria itu juga bercerita dengan kagum, tentang sang wanita yang pintar mengatur uang dan rumahnya, yang sekarang telah menjadi istri sholehah dan membuat hidupnya lebih berwarna

Dan pada suatu siang, aku menemukan sang pria dan wanita dengan rambut basah keluar dari kamar mandi dengan wajah tersenyum-senyum nakal, seperti anak abg yang tertangkap basah. Mereka menceritakan semua kisah itu kepadaku. Dan kepada Tuan Matahariku, sang pria menceritakan sesuatu nasehat, yang nantinya ternyata ia teruskan kepada adik laki-lakiku saat akan menikah :

’Di seluruh dunia, setiap wanita itu pasti menyusahkan. Semakin cantik seorang wanita, dia akan makin menyusahkan. Itu memang tugasnya sebagai wanita di dunia. Dan tugas sebagai pria di dunia, memang untuk menuntun dan melindungi mereka. Karena betapapun tingginya posisi mereka sebelum menikah, begitu malam pertama selesai, maka norma sosial yang menjadikan mereka sebagai ’warga kelas dua’, sayangnya masih berlaku di negara kita.’

’Bolanya ada di tangan seorang pria. Berikut kewajiban yang menyertai hak ’keistimewaan’ itu. Pria diciptakan dengan hak badan yang jauh lebih kuat, sehingga betapapun besarnya pesona seorang wanita, tetap jadi merupakan kewajiban pria untuk memegang kendali atas pesonanya. Pria diciptakan dengan pikiran yang lebih rasional untuk memimpin wanita, sehingga jadi pihak yang akan dimintai pertanggungan jawaban atasnya nanti di padang mahsyar. Itulah mengapa seribu kali wanita mengatakan ceraipun hukum tidak akan jatuh, kecuali kalau pria melanggar ’taklik sighat’. Tapi begitu pria mengatakan cerai, satu kali saja, maka jatuhlah talak. Maka berhati-hatilah dalam memimpin. Setiap perkataan dan tindakan yang akan diambil tidak akan hanya mempengaruhi satu orang saja, apalagi jika ada kebahagiaan anak-anak yang dipertaruhkan di situ.’

’Selama malamnya wanita itu masih ditiduri, selama permasalahannya tidak bertentangan dengan nilai agama, biarkan dia sekali-kali menang. Tidah akan jatuh kehormatanmu dengan sedikit menundukkan kepala di hadapannya. Wanita diciptakan dengan kebiasaan bertelepati yang membingungkan, tapi pada intinya mereka hanya ingin dipuji, dimengerti, dan dihargai. Dengan memberikan semua gajimu padanya tidak akan serta merta membuatmu rendah, justru malah menaikkan nilaimu di mata istrimu. Hal itu adalah simbolisasi pemberian kehormatannya sebagai ratu di rumahmu, sehingga ia akan memiliki kepercayaan diri untuk bisa membahagiakanmu dan sekaligus menumbuhkan keyakinannya untuk menjaga kehormatanmu sebagai pemimpinnya.’

’Kesimpulannya adalah sebaiknya jadilah pria yang cerdas dalam memilihkan jalan yang bisa membawa kebahagiaan bagi istri, anak, juga dirimu sendiri.’

Itu semua nasehat sang pria. Tapi nasehat sang wanitalah yang membuat aku dan Tuan Matahariku tenang melangkah :

’Saat selesai akad nikah, mulai dari situ dunia barumu dan dirinya akan hanya berdua saja dalam satu perahu yang sama. Semua orang di luar perahumu adalah orang lain, termasuk orang tua dan semua keluarga. Kehormatanmu adalah kehormatannya, begitu juga sebaliknya. Dirimu adalah dirinya. Jangan pernah menceritakan kejelekan istrimu kepada ibumu, agar ia tidak akan menceritakan kurangnya gajimu kepada ayahnya. Karena bagaimanapun, kamu akan tetap jadi anak kesayangan ibumu dan ia akan tetap jadi gadis kecil ayahnya. Ingatlah, itu hanya akan saling mencoreng aib di muka sendiri. Bicarakan saja secara berdua saja semuanya dalam detil. Jangan saling bertelepati.’

’Jangan campur adukkan hal ini dengan kewajibanmu berbakti kepada orang tua. Kalian masih tetap memiliki kewajiban yang sama untuk berbakti kepada orang tua, hanya saja masalahnya adalah orangtuamu tidak berada di perahu penuh cinta yang sama denganmu. Mungkin kemarahanmu akan mereda dengan melihat senyuman istrimu, tapi mungkin senyuman itu tidak akan berpengaruh dengan tanda jelek yang terlanjur kamu sematkan di dahi istrimu pada mata ibumu, saat dalam keadaan marah kau mengadukan kejelekan istrimu. Belalah istrimu di depan ibumu dengan santun, agar istrimu akan dengan suka rela meminta maaf kepada ibumu dan mulai belajar menganggap ibumu sebagai ibunya sendiri. Walau mungkin pada awalnya, ia melakukan itu hanya untuk menyenangkanmu, karena rasa bangganya sebagai istri yang begitu dicintai. Tunggu saja, tak berapa lama kamu pasti akan dapati tatapan hormat dari ayahnya sebagai sesama lelaki, karena ia sudah yakin anak gadisnya berada di bawah perlindungan tangan yang tepat.’

’Teman dalam awal pernikahan mungkin hanya akan menimbulkan masalah, dibandingkan dengan keuntungan dari adanya jaringan pertemanan ini. Rasa aman yang masih belum mantap berdiri tegak di awal pernikahan, akan sedikit berat dalam menghadapi ekses yang mungkin timbul, dalam apapun itu kegiatan sosial sebagai manusia. Jika bisa langsung pulang ke rumah memeluk istrimu, untuk apa menghabiskan waktu di kedai kopi tanpa tujuan?. Buatlah prioritas. Kalau bisa menyenangkannya untuk apa harus membuatnya bersedih?. Bukankan senyumannyalah yang akan terus menumbuhkan cinta di hatimu?.

’Awal perselingkuhan dimulai dari merasa nyaman saat bersama orang lain untuk bercerita. Jadi, semarah apapun dirimu, jangan pernah memutuskan untuk tidak pulang ke rumah malam itu. Jangan pernah memutuskan untuk menceritakan permasalahanmu dengan orang lain, apalagi jika itu teman lain jenis. Selama permasalahanmu tidak ada hubungannya dengan kekerasan fisik atau perbuatan melanggar hukum, jika memang ingin bercerita, bukankah lebih damai menumpahkan semua hasrat di dada kepada Sang Maha Kuasa?. Jangan saling melakukan sesuatu yang tidak disukai untuk orang yang kamu nikahi, karena bukankah dulu dirimu pernah merasa begitu mencintainya, hingga pernah melakukan semuanya hanya untuk menyenangkannya?. Untuk apa menyulut api yang akan membakar perahumu sendiri?.’

Ingatlah setiap pasangan itu kufu’ di mata Allah. Jadi jika yakin menjadi laki-laki baik, maka percayalah dengan janji Allah, bahwa istrimu pasti sebaik dirimu. Berusahalah jadi istri yang baik agar suamimu pasti akan berusaha menjadi yang lebih baik lagi. Jangan lakukan sesuatu yang mengurangi nilaimu di mataNYA, hingga membuatmu tak sepadan dengan pasanganmu. Jika memeluk laki-laki lain akan mengurangi nilaimu di mata Allah, karena suamimu tak menyukainya dan tak melakukannya, sebaiknya dipikirkan lagi untung-rugi kemungkinan konsekuensinya. Lakukan saja tugasmu sebagai manusia yang baik di mata Allah dan biarkan Allah menjalankan hak prerogatifnya. Pasrahkan saja semuanya ke tangan Allah, karena pernikahan akan terlalu melelahkan untuk dijalani, jika harus diisi dengan ketidakpercayaan. Saat engkau rasanya susah untuk mempercayai istrimu, engkau pasti percaya dengan janji Allah kan? jadi itu sudah CUKUP. Allah maha tahu dan maha adil.

Oke, hanya ini yang ingin aku bagi denganmu. ’Bolanya’ ada di tanganmu. I know, semuanya gak akan jadi perjalanan yang mudah. Tapi Cinta memang bukan perkara mudah karena di hati lengkap jadi satu semua rasa sayang sekaligus gairah, kagum sekaligus rasa takut disakiti, rasa ingin melindungi sekaligus egoisme, rasa posesive sekaligus bangga, rasa kebingungan sekaligus keinginan untuk membahagiakannya dan juga rasa ingin menyerah saat semuanya terasa menyedihkan dan gak masuk akal sekaligus rasa untuk selalu kembali mengejarnya saat mengingat semua tentangnya yang membuamu merasa bahagia dan damai.

Semua perasaan itulah yang membentuk Cinta dan justru malah menjadikan seseorang yang membuatmu merasakannya adalah ’The one’. Dan bukankah semua pernikahan juga tak akan mudah?. Jadi, bukankah lebih menyenangkan melewati perjalanan yang memang tidak akan mudah bersama orang yang kita cintai?. Tetaplah dekat dengan Allah dan semuanya insyaAllah akan baik-baik aja. Oh ya, satu lagi. Aku ingin menyampaikan titipan salam dari Sang Pria dan Sang Wanita ’Selamat datang di keluarga, dan selamat berjuang menjadi imam yang terbaik’.

Harmonis Keluarga dan Keluarga Harmonis

Ditulis dalam Pernikahan & Keluarga Muslim pada 5:50 pm oleh Kartino

Sosok yang Shalihah dan Taat, menjadi penguat dalam rumah tangga membangun kesempurnaan takwa kepada Allah…

Keluarga harmonis adalah dambaan setiap orang. Semua ini bisa diciptakan, jika suami isteri memahami hak dan kewajiban masing-masing. Berbagai persoalan seringkali menjadi gesekan yang mempengaruhi kondisi rumah tangga, bahkan berakibat kepada perceraian. Belum lama ini, Penasehat Ikatan Jurnalis Perempuan (IJP)Sumatera Utara, sekaligus Pemerhati Perempuan dan Anak, Ny.Naya Miraza memberikan berbagai masukan tentang upaya menciptakan rumah tangga harmonis.

Pahami Motif Pernikahan

Naya, menjelaskan setiap pasangan perlu memahami motif pernikahan. Apakah pernikahan itu bermotifkan materi atau cinta murni. Pernikahan dengan motif materi, akan berimbas pada kegoyahan rumah tangga bila keberadaan materi yang diinginkan tidak sesuai. Tetapi motif cinta kasih, umumnya masing-masing pihak secara tegas memahami tugas dan kewajiban masing-masing dan merasa bahagia dengan materi seadanya, tetapi terus berusaha mendapatkan materi dengan cara-cara yang baik. Bila motif pernikahan adalah motif materi, menginginkan memiliki perlengkapan setelah menikah. Rumah, fasilitas kenderaan dan finansial yang cukup. Umumnya, pasangan ini sama-sama memiliki pekerjaan. Mereka yang memilih motif ini segala sesuatunya perlu dibicarakan dengan matang. Karena, kekurangan materi akan memicu keretakan rumah tangga. Oleh karena itu diperlukan perhitungan dan pertimbangan, menyangkut penghasilan bersama. Kemana keuangan selama sebulan dan apa-apa saja yang harus dilakukan dengan kondisi keuangan yang ada. Jangan sampai besar pasak dari tiang, sehingga pengeluaran lebih banyak daripada pemasukan. Pasangan yang menikah karena motif materi perlu menyiapkan konsep pengeluaran dan pemasukan. Bila terjadi perubahan atau kondisi keuangan mulai berkurang, sebaiknya dicari jalan keluar bersama, sehingga tidak memicu emosi berlebihan. Tetap menghadapi masalah dengan kepala dingin. Emosi pasangan sesaat, hendaknya diredakan dengan beragam cara. Apakah dengan meninggalkannya atau mencari kegiatan lain. Setelah emosi reda, bicarakan kembali apa problem yang memicu pertikaian. Bagi mereka yang mengedepankan konsep cinta kasih sejati, umumnya membagi tugas bersama. Suami bekerja mencari uang, isteri akan berkarir dalam rumah tangga. Membesarkan anak-anak dan menjadi pemerhati suami. Sekalipun kondisi ekonomi sedang sulit, pasangan yang memilih motif ini akan tetap bertahan dan berusaha semampunya untuk mengharungi rumah tangga. Rumah harus menjadi surga bagi orang-orang yang bernaung di dalamnya. Isteri sebagai permaisuri akan menata demikian rupa dan menjanjikan kepada semua penghuninya bahwa rumah adalah istana bagi mereka. Suami yang menjadi kepala rumah tangga akan berhati-hati dalam menjalankan tugas sebagai orang yang dipercaya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Karena itu, ia akan berusaha mencari rezeki yang halal dan berupaya meningkatkan kemampuan diri karena yakin isteri dan anak-anak akan selalu mendoakannya dan berharap mendapatkan perlindungan dari seorang kepala keluarga.Isteri, umumnya lebih ingin membahagiakan perasaan pasangan dan selalu memberikan motivasi terhadap keberhasilan suami.

Pahami Karakter Pasangan

Hal yang tak kalah penting, bagaimana memahami karakter pasangan. Pendekatan atau penjajakan terhadap pasangan telah dilakukan pada saat berpacaran. Saat inilah perlu mengetahui karakter pasangan, apakah bisa seiring sejalan dengan diri kita atau tidak. Kreteria, bobot,bebet dan bobot serta latar belakang sosial dan agama perlu menjadi pertimbangan yang cukup matang. Seringkali pertengkaran dalam rumah tangga, akibat karakter pasangan yang tidak dipahami dengan benar. Laki-laki dan perempuan adalah dua mahluk yang berbeda dari berbagai sudut, tetapi dengan perbedaan itulah Allah mempersatukan untuk mengikat jalinan rumah tangga. Oleh sebab itu, perlu diingat bagaimana mestinya menjalin kebersamaan dalam perbedaan. Karakter pasangan yang keras kepala harus dihadapi dengan lemah lembut. Pasangan yang cemburu dan mudah emosi, perlu diberikan penjelasan secara perlahan dan sebagainya. Bila watak pasangan sangat senang bersenang-senang, menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan sesaat, hal iniperlu menjadi perhatian pula. Saat meniti bahtera rumah tangga, sikap ini perlu diwaspadai. Sebab, sistem keuangan yang tetap sementara jumlah perbelanjaan terus meningkat akibat pasangan masih melakukan hobinya, secara otomatis akan menambah beban ekonomi. Oleh sebab itu, perlu dibuat kesepakatan bersama dan apa yangb harus dilakukan jika pasangan masih tetap melakukan kebiasaannya selama ini.

Berlaku Adil

Sikap adil memang tidak semudah mengucapkannya. Tetapi berlaku adil bisa dipupuk bila keduanya sepakat. Misalkan memberi kesempatan kepada keluarga duapihak untuk tinggal di rumah. Untuk ini, perlu ada kesepakatan bersama, jangan sampai kehadiran saudara di luar keluarga inti, justru menambah beban baru. Mungkin bisa disepakati untuk memberikan bantuan saja kepada saudara atau keluarga dekat tanpa harus tinggal serumah dengan kita. Berbagai kesepakatan perlu dibuat dalam rangka menciptakan rasa adil terhadap keluarga dua belah pihak. Perhatian terhadap saudara, memang tak perlu putus, sepanjang bisa memenej dengan baik apa yang bisa dan pantas diberikan kepada mereka. Saling bergai, umumnya lebih mengikat rasa persaudaraan dan kasih sayang keluarga besar. Jika sudah diambil kesepakatan, hendaknya tetap konsekwen dalam menjalankannya.

Prinsip Agama

Mengedepankan prinsip agama dalam hidup menjadikan rumah tangga lebih tentram. Pilihan pasangan karena agamanya menjadi hal pokok yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Orang yang paham dengan agama, akan berbuat sebaik mungkin terhadap keluarganya dan berusaha menanggungjawabi semua tindak tanduknya dan selalu berusaha memberikan kebahagiaan lahir dan batin. Jika seisi rumah merasa tenang dan nyaman, karena tanggungjawab yang diberikan kepala keluarga, maka rezeki akan selalu terbuka. Karena seisi rumah akan terus berdoa dan meminta kemudahan demi kemudahan yang akan diberikan Allah terhadap perjalanan rumah tangga, sehingga setiap detik dan setiap saat akan mengalir rasa bahagia dalam keluarga tersebut.

Rekan..

http://hendrasyahputra.wordpress.com